Setiap tanggal 1 November, atmosfer di Guatemala berubah menjadi kanvas penuh warna yang semarak melalui perayaan Day of the Dead atau Dia de los Muertos. Berbeda dengan perayaan serupa di negara Amerika Latin lainnya, Guatemala memiliki cara yang sangat spesifik dan visual dalam menyambut jiwa-jiwa yang kembali ke dunia. Tradisi ini merupakan sinkretisme unik antara kepercayaan adat suku Maya dan ajaran Katolik yang dibawa oleh bangsa Spanyol. Bagi masyarakat lokal, hari ini bukanlah momen penuh duka, melainkan festival penuh sukacita untuk merayakan hubungan yang tidak terputus antara mereka yang masih hidup dengan mereka yang telah tiada.
Layang-Layang Raksasa di Sumpango dan Santiago
Puncak visual dari perayaan ini adalah Festival Barriletes Gigantes atau Layang-Layang Raksasa yang diselenggarakan di wilayah bonus new member 100 Sumpango dan Santiago Sacatepéquez.
- Dimensi dan MaterialLayang-layang ini dapat memiliki diameter hingga dua puluh meter. Seluruh strukturnya dibuat secara manual menggunakan bambu dan kertas tisu warna-warni yang disusun menjadi mosaik artistik yang sangat detail.
- Makna Spiritual Sebagai JembatanMasyarakat percaya bahwa suara kepakan layang-layang di langit dan tingginya terbang mereka berfungsi sebagai alat komunikasi dengan roh leluhur. Layang-layang dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan bumi dengan surga.
- Pesan Sosial dan PolitikSelain gambar religius, mosaik pada layang-layang sering kali memuat pesan mengenai perlindungan lingkungan, hak-hak perempuan, hingga kritik sosial terhadap isu-isu terkini di Guatemala.
Tradisi Makan Bersama Fiambre
Sisi kuliner memegang peranan krusial dalam perayaan ini melalui hidangan ikonik bernama Fiambre yang hanya disajikan sekali dalam setahun.
- Komposisi Bahan yang RumitFiambre adalah salad raksasa yang terdiri dari lebih dari lima puluh bahan berbeda, termasuk berbagai jenis daging, sosis, sayuran acar, keju, telur, dan zaitun.
- Simbol Kebersamaan KeluargaPembuatan Fiambre dimulai beberapa hari sebelum festival dan melibatkan seluruh anggota keluarga. Tradisi ini melambangkan rekonsiliasi dan persatuan karena setiap keluarga membawa bahan makanan yang berbeda untuk dicampur menjadi satu piring besar.
- Penghormatan di Meja MakanSatu porsi Fiambre biasanya diletakkan di altar atau di atas makam sebagai simbol bahwa anggota keluarga yang telah meninggal tetap ikut serta dalam jamuan makan besar tersebut.
Ritual di Pemakaman yang Penuh Warna
Pemakaman di Guatemala tidak tampak suram, terutama saat perayaan Day of the Dead, karena dekorasi yang sangat meriah memenuhi setiap sudutnya.
- Pengecatan Ulang MakamMenjelang festival, keluarga akan mendatangi makam untuk membersihkan dan mengecat ulang nisan dengan warna-warna cerah seperti kuning, biru muda, dan merah muda sebagai bentuk penghormatan.
- Taburan Bunga CempasúchilLantai pemakaman akan ditutupi dengan kelopak bunga marigold atau cempasúchil yang aromanya dipercayai dapat menuntun roh menuju makam keluarga mereka masing-masing.
- Musik dan Perjamuan di Atas NisanTidak jarang ditemukan keluarga yang membawa kelompok musik mariachi ke pemakaman. Mereka makan, minum, dan bernyanyi di samping makam seolah-olah sedang bercengkerama langsung dengan mendiang.
Balapan Kuda Liar di Todos Santos Cuchumatán
Di wilayah pegunungan yang lebih terpencil, perayaan Day of the Dead diperingati dengan aksi ekstrem yang dikenal sebagai Carrera de las Ánimas atau Balapan Kuda Para Arwah.
- Tradisi Keberanian Pria MayaPara penunggang kuda lokal mengenakan pakaian adat yang meriah dan melakukan balapan kuda sepanjang hari sebagai bentuk ujian keberanian dan dedikasi kepada tradisi leluhur.
- Ritual Pra-BalapanSebelum balapan dimulai, para peserta melakukan ritual spiritual dan tarian tradisional. Balapan ini merupakan simbol ketahanan budaya masyarakat suku Maya terhadap pengaruh luar selama berabad-abad.
Etika bagi Wisatawan Saat Berkunjung
Karena festival ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, wisatawan diharapkan mengikuti beberapa aturan dasar demi menjaga kesakralan acara.
- Meminta Izin Sebelum MemotretMeskipun festival ini sangat fotogenik, selalu mintalah izin sebelum memotret orang yang sedang melakukan ritual pribadi di depan altar atau makam.
- Berpakaian SopanMeskipun cuaca mungkin hangat, gunakan pakaian yang sopan saat memasuki area pemakaman atau gereja sebagai bentuk penghormatan terhadap adat setempat.
- Menjaga Kebersihan AreaFestival layang-layang menghasilkan banyak pengunjung, pastikan Anda membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga kelestarian lokasi bersejarah di Sumpango dan Santiago.